Analisis dan perancangan sistem informasi berbasis komputer telah dimulai sejak tahun 1950an. Sejak itu, pengembangan berkembang sangat cepat, sejalan dengan pesatnya perkembangan kemampuan teknologi komputer. Pada tahun 1950an, focus usaha pengembangan ada pada proses pembuatan perangkat lunak. Karena pada waktu itu komputer masih merupakan sumberdaya yang sangat terbatas, efisiensi pengolahan menjadi tujuan utama. Pada waktu itu komputer masih mempunyai ukuran yang besar, mahal dan kurang handal. Pemakaian komputer diutamakan untuk otomatisasi pengolahan seperti pembelian atau pembayaran, umumnya dalam suatu departemen. Semua aplikasi dibangun dengan bahasa mesin atau bahasa rakitan. Bahasa pemrograman komputer prosedural yang pertama atau generasi ketiga muncul pada awal tahun 1960an.
Pada tahun-tahun tersebut terjadi terobosan teknologi yang sangat penting, dimana telah dikembangkan komputer yang lebih kecil, lebih cepat dan lebih murah – komputer-mini – yang mengawali industri perangkat lunak. Kebanyakan organisasi membangun aplikasi dari awal, menggunakan stafnya sendiri. Pengembangan sistem lebih merupakan seni daripada ilmu. Pandangan terhadap pengembangan sistem seperti ini berubah sejak tahun 1970an, dimana organisasi-organisasi mulai lai menyadari kenyataan bagaimana mahalnya apabila sistem informasi dibangun untuk setiap aplikasi.
Pengembangan sistem menjadi lebih berdisiplin setelah mulai banyak orang yang bekerja membuatnya menjadi seperti rekayasa sistem manajemen basis data.
-
Memisahkan Data dan Proses yang Menangani Data, Tiap sistem informasi terdiri dari tiga komponen kunci yang harus dimengerti dengan jelas oleh setiap orang yang melakukan analisis dan perancangan sistem: data, arus data, logika pemrosesan.
-
Memisahkan Basis data dan Aplikasi, Seiring dengan kemajuan teknologi manajemen penyimpanan data, menjadi dimungkinkan membuat representasi data tidak lagi pada file yang terpisah-pisah untuk tiap aplikasi, tetapi terpadu dalam satu basis data. Basis data (database) adalah kumpulan data yang secara logis berkaitan yang disusun sededmikian rupa untuk memudahkan menangkap,menyimpan dan mencari data bagi berbagai pemakai di dalam suatu organisasi. Dengan pendekatan data-oriented pada pengembangan sistem, database dirancang sekitar subjek, seperti pelanggan, pemasok dan suku cadang. Merancang database sekitar subjek memungkinkan pengembang menggunakan dan merevisi database untuk banyak aplikasi yang berbeda-beda. Penekanannya ada pada independensi aplikasi (application independence) yaitu pemisahan antara data dan definisi data dari aplikasi.