Posts Tagged ‘APSI’

APSI – Pendekatan Modern Pada Analisis dan Perancangan SI

Saturday, September 13th, 2008

Analisis dan perancangan sistem informasi berbasis komputer telah dimulai sejak tahun 1950an. Sejak itu, pengembangan berkembang sangat cepat, sejalan dengan pesatnya perkembangan kemampuan teknologi komputer. Pada tahun 1950an, focus usaha pengembangan ada pada proses pembuatan perangkat lunak. Karena pada waktu itu komputer masih merupakan sumberdaya yang sangat terbatas, efisiensi pengolahan menjadi tujuan utama. Pada waktu itu komputer masih mempunyai ukuran yang besar, mahal dan kurang handal. Pemakaian komputer diutamakan untuk otomatisasi pengolahan seperti pembelian atau pembayaran, umumnya dalam suatu departemen. Semua aplikasi dibangun dengan bahasa mesin atau bahasa rakitan. Bahasa pemrograman komputer prosedural yang pertama atau generasi ketiga muncul pada awal tahun 1960an.

Pada tahun-tahun tersebut terjadi terobosan teknologi yang sangat penting, dimana telah dikembangkan komputer yang lebih kecil, lebih cepat dan lebih murah – komputer-mini – yang mengawali industri perangkat lunak. Kebanyakan organisasi membangun aplikasi dari awal, menggunakan stafnya sendiri. Pengembangan sistem lebih merupakan seni daripada ilmu. Pandangan terhadap pengembangan sistem seperti ini berubah sejak tahun 1970an, dimana organisasi-organisasi mulai lai menyadari kenyataan bagaimana mahalnya apabila sistem informasi dibangun untuk setiap aplikasi.

Pengembangan sistem menjadi lebih berdisiplin setelah mulai banyak orang yang bekerja membuatnya menjadi seperti rekayasa sistem manajemen basis data.

  • Memisahkan Data dan Proses yang Menangani Data, Tiap sistem informasi terdiri dari tiga komponen kunci yang harus dimengerti dengan jelas oleh setiap orang yang melakukan analisis dan perancangan sistem: data, arus data, logika pemrosesan.
  • Memisahkan Basis data dan Aplikasi, Seiring dengan kemajuan teknologi manajemen penyimpanan data, menjadi dimungkinkan membuat representasi data tidak lagi pada file yang terpisah-pisah untuk tiap aplikasi, tetapi terpadu dalam satu basis data. Basis data (database) adalah kumpulan data yang secara logis berkaitan yang disusun sededmikian rupa untuk memudahkan menangkap,menyimpan dan mencari data bagi berbagai pemakai di dalam suatu organisasi. Dengan pendekatan data-oriented pada pengembangan sistem, database dirancang sekitar subjek, seperti pelanggan, pemasok dan suku cadang. Merancang database sekitar subjek memungkinkan pengembang menggunakan dan merevisi database untuk banyak aplikasi yang berbeda-beda. Penekanannya ada pada independensi aplikasi (application independence) yaitu pemisahan antara data dan definisi data dari aplikasi.


APSI – Dasar Pengembangan Sistem Informasi

Saturday, September 13th, 2008

Analisis dan perancangan sistem informasi adalah pekerjaan yang sangat rumit, menantang dan merangsang proses organisasional yang digunakan oleh tim dan profesional sistem untuk mengembangkan dan memelihara sistem informasi berbasis komputer.Meskipun kemajuan teknologi informasi terus menawarkan kemampuan-kemampuan baru, namun analisis dan perancangan sistem informasi selalu dimulai dari perspektif organisasional.Sebuah organisasi dapat terdiri dari seluruh perusahaan, departemen tertentu, atau kelompok-kelompok individu.Organisasi dapat menanggapi dan mengantisipasi masalah-masalah dan peluang-peluang melalui pemanfaatan teknologi informasi secara inovatif. Dengan demikian analisis sistem informasi dapat dikatakan sebagai suatu proses penyempurnaan organisasional.Sistem dibangun untuk memberikan keuntungan bagi organisasi.Keuntungan organisasi dihasilkan dari nilai tambah yang diperoleh selama proses penciptaan, produksi, serta dukungan terhadap produk-produk dan pelayanan oleh organisasi.Oleh karena itu analisis dan perancangan sistem informasi didasarkan pada pengertian terhadap tujuan-tujuan, struktur dan proses-proses dalam organisasi, dan pengetahuan tentang bagaimana cara memanfaatkan teknologi informasi agar memberi keuntungan.

Salah satu hasil analisis dan perancangan sistem yang penting (tetapi bukan satu-satunya), adalah perangkat lunak aplikasi; yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung fungsi atau proses tertentu dari suatu organisasi, seperti manajemen inventori, penggajian atau analisis pasar.Selain perangkat lunak aplikasi, sistem informasi juga meliputi perangkat keras dan perangkat lunak sistem, dimana perangkat lunak aplikasi dijalankan, dokumentasi dan bahan-bahan pelatihan, peran jabatan-jabatan tertentu yangberhubungan dengan seluruh sistem, pengendalian, dan orang-orang yang menggunakan perangkat lunak tersebut bersama-sama dengan metode kerja mereka.Namun meskipun semuanya ini merupakan dimensi-dimensi dari seluruh sistem, penekanannya ada pada pengembangan perangkat lunak aplikasi – yang merupakan tanggungjawab pokok dari seorang analis sistem.

Pada tahun-tahun awal pemakaian komputer pengembangan sistem informasi dipandang sebagai suatu pekerjaan seni.Sekarang ini kebutuhan akan sistem dan perangkat lunak sudah sedemikian besar.Orang-orang yang berkecimpung di bidang industri dan akademisi telah mengembangkan metoda kerja yang menjadikan analisis dan perancangan menjadi suatu proses dengan disiplin (sama seperti proses-proses yang dilakukan pada bidang-bidang rekayasa).

  • Metodologi adalah pendekatan komprehensif dan multi-step pada pengembangan sistem yang akan menuntun pekerjaan dan mempengaruhi kualitas hasil akhir: sistem informasi.Metodologi yang dipakai oleh organisasi akan konsisten dengan gaya manajemen umum (misalnya orientasi organisasi ke arah konsensus manajemen akan mempengaruhi pemilihan metodologi pengembangan sistem).
  • Teknik adalah proses tertentu yang diikuti oleh analis untuk membantu memberi keyakinan bahwa pekerjaan yang dilakukan telah melalui pertimbangan yang matang, lengkap dan dapat dipahami oleh anggota yang lainnya dari tim proyek. Teknik memberi dukungan secara luas terhadap berbagai tugas termasuk tehnik melakukan wawancara secara baik untuk menentukan apa yang akan dilakukan oleh sistem, merencanakan dan mengelola aktivitas pada proyek pengembangan sistem, pembuatan diagram-diagram lojik sistem, dan meranang laporan-laporan yang akan dibuat oleh sistem.
  • Sedangkan yang dimaksud dengan alat pada umumnya adalah program-program komputer yang dipakai untuk memmudahkan pemakaian tehnik-tehnik dan dengan taat mengikuti pedoman-pedoman yang ditentukan pada metodologi. Teknik dan alat harus mudah digunakan untuk melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan dalam metodologi.

Ketiga elemen tersebut – metodologi, teknik dan alat – bekerja bersama-sama untuk membentuk pendekatan organisasional pada analisis dan perancangan sistem.