Posts Tagged ‘Open Source’

Contoh Daftar Isi ebook Administrasi Sistem Operasi Linux

Tuesday, October 21st, 2008

Berikut adalah contoh daftar isi Buku Manajemen Sistem Operasi Linux, contoh daftar isi ini kurang lebih hanya 25% dari keseluruhan isi buku. Contoh daftar isi ini hanya untuk memudahkan melihat daftar isi buku sebelum di download.  Untuk lebih detilnya daftar isi silahkan buka daftar isi versi PDF di halaman download.

PENGANTAR SISTEM OPERASI GNU/LINUX …………………………….
Apa itu GNU/Linux …………………………….
Konsep Dasar Sistem Operasi GNU/Linux. …………………………….
Struktur Modular …………………………….
User Environment …………………………….
Command Line Environment …………………………….
Graphical User Interface (GUI) …………………………….
Multitasking …………………………….
Multiuser …………………………….
Struktur File …………………………….
Distribusi GNU/Linux …………………………….
RedHat …………………………….
Open Linux …………………………….
SuSE …………………………….
Debian GNU/Linux …………………………….
Koppix …………………………….
DASAR SISTEM OPERASI GNU/LINUX …………………………….
Proses Booting …………………………….
Proses Init Pada Linux …………………………….
Login Logout …………………………….
Login …………………………….
Logout …………………………….
Sistem Login dan Shell. …………………………….
User Environment …………………………….
Pipa (Pipeliness) …………………………….
Sistem Shell …………………………….
Macam-Macam Shell …………………………….
Bourne Shell (Sh). …………………………….
Bourne Again Shell (Bash). …………………………….
C Shell (Csh), …………………………….
Korn Shell (Ksh). …………………………….
Z Shell …………………………….
Public Domain Korn Shell (pdksh). …………………………….
Mengganti Shell …………………………….
Shell Variables …………………………….
Variabel Shell …………………………….
Variabel Read-Only …………………………….
Mengekspor Variabel …………………………….
Variabel Dari Input …………………………….
Variabel Dari Perintah …………………………….
Variab PS1,PS2 dan PS3 …………………………….
Mempercantik tampilan prompt …………………………….
——— CUT ——–
Automation Tools …………………………….
Crond Daemon …………………………….
Crontab …………………………….
At Daemon …………………………….
Locate / slocate …………………………….
Updatedb …………………………….
Find …………………………….
Glossary …………………………….
Appendix A. Perintah Dasar …………………………….
Appendix B. Shortcut Command Line …………………………….

Mengenal PAM (Plugable Autentication Modules) 2 – Konfigurasi PAM

Wednesday, October 8th, 2008

Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel PAM sebelumnya  http://www.yuliardi.com/2008/10/mengenal-pam-plugable-autentication-modules-1-pengantar

Melakukan Konfigurasi PAM

Proses autentikasi pada pam menggunakan modul-modul yang terdapat pada direktori /usr/lib/security, dimana modul PAM merupakan satu file eksekusi binari yang dapat dipanggil oleh interface librari PAM. Sedangkan file konfigurasinya adalah file /etc/pam.conf, tetapi untuk pam versi 0.56 keatas file konfigurasinya diletakkan pada direktori /etc/pam.d/. Satu file pada direktori tersebut mewakili satu service yang akan diberlakukan metode autentikasi dengan PAM. Hal itu tentu saja hal itu lebih baik karena memberi beberapa keuntungan yaitu :
•Meminimalkan kesalahan konfigurasi untuk sebuah applikasi.
•Memudahkan untuk maintenan suatu aplikasi sehingga salah konfigurasi tidak menggangu aplikasi lain lain.
•Memungkinan adanya link simbolik antar file konfigurasi yang berbeda menjadi satu file.
•Memudahkan dan menghemat waktu konfigurasi.
•Memungkinkan untuk membatasi akses individu menggunakan proteksi file sistem
•Manajemen paket lebih sederhana karena setiap aplikasi baru dapat dilekatkan di /etc/pam.d/

Konfigurasi umum pam.conf adalah :
nama_service type_module flag_control path_module argumen

Jika menggunakan versi 0.56 keatas karena nama service sudah di tentukan dari nama file, maka konfigurasi pada direktori /etc/pam.d tidak perlu lagi menyebutkan nama_service sehingga menjadi

type_module flag_control path_module argumen

Keterangan :
Nama service , merupakan nama aplikasi atau service yang akan diberlakukan mekanisme autentikasi oleh pam.
Type modul , menentukan tipe modul yang digunakan. Empat type modul yang bisa digunakan adalah :
auth, digunakan untuk melakukan verifikasi kemilikan sebuah account.
accounts, Melakukan verifikasi peivelege akses dan status sebuah account.
Session, sesuatu yang dibutuhkan dan harus dijalankan sebelum atau sesudah user melakukan autentikasi.
Pasword, Menjaga mekanisme yang digunakan oleh user untuk autentikasi, dan melakukan update jika terjadi perubahan password.
Flag control, digunakan untuk mengindikasi bagaimana librari pam bereaksi untuk sukses atau gagalnya penggunaan module. Type dari flag control ini sangat benyak sekali tetapi yang paling umum digunakan yaitu :
•required, kesalahan pada modul ini akan menyebabkan autentikasi ditolak, meskipun pemanggilan modul yang dibutuhkan oleh servis tersebut oleh pam akan tetapi dilakukan.
•requisite, seperti required tetapi modul yang gagal akan dikontrol langsung oleh aplikasi, sehingga kegagalannya akan meyebabkan autentikasi langsung ditolak.
•sufficient, suksesnya autentikasi oleh modul ini sudah dianggap cukup untuk oleh librari PAM, meskipun modul yang dibutuhkan sebelumnya gagal.
•optional, tanda flag kontrol modul tidak menjadi hal utama untuk sukses atau gagal untuk melayani aplikasi user.
Path module, nama path merupakan lokasi modul yang digunakan oleh pam. Secara default modul ini terletak pada direktori /usr/lib/security
Argumen , merupakan keterangan permintaan modul.

Daftar file-file konfigurasi yang terdapat pada file /etc/pam.d/ :
chfn halt other rsh xdm
chmod kbdrate passwd samba xlock
chsh limits.conf poweroff sshdxscreensaver
firewall-configlinuxconf reboot suxserver
ftp linuxconf rexec sudo
gdm linuxconf-pair-auth rhn_register sistem-auth
gnorpm-auth login rlogin vlock

Berikut adalah contoh konfigurasi pam untuk aplikasi yang membutuhkan autentikasi tapi tidak ditentukan khusus pada direktori pam.d (other).

# default; deny access
#
auth required /usr/lib/security/pam_deny.so
account required /usr/lib/security/pam_deny.so
password required /usr/lib/security/pam_deny.so
session required /usr/lib/security/pam_deny.so

Dengan konfigurasi diatas jika terjadi kegagalan dalam autentikasi user tidak akan mendapat peringatan, dan kegagalan tidak tersimpan di log sehingga admistrator tidak mengetahuinya. Penambahan modul pam_warn.so pada baris diatas akan memberikan peringatan jika autentikasi gagal baik ke user atau administrator.
#
# default; wake up! This application is not configured
#
auth required /usr/lib/security/pam_warn.so
password required /usr/lib/security/pam_warn.so

Contoh konfigurasi lain pada pam adalah untuk membatasi jumlah login sebuah account (user), misalnya ketika hanya diijinkan jumlan login user hanya satu, maka ketika ada orang lain yang login dengan nama yang sama login tersebut akan ditolak meskipun passwordnya benar, kecuali login pertama sudah keluar. Tambahkan baris berikut pada file /etc/pam.d/limits.conf

@users hard maxlogins 1

sehingga menjadi

@users hard core 0
@users hard nproc 50
@users hard rss 5000
@users hard maxlogins 1

Mengenal PAM (Plugable Autentication Modules) 1 – Pengantar

Wednesday, October 8th, 2008

PAM merupakan pustaka bersama ( shared library) yang memungkinkan administrator untuk menentukan bagaimana suatu autentikasi dilakukan tanpa melakukan kompilasi biner terhadap aplikasi yang membutuhkan autentikasi. PAM menyediakan antarmuka (interface) antara aplikasi yang membutuhkan autentikasi dengan metode autentikasi yang benar.

Ketika login ke sebuah sistem biasanya diperlukan nama login dan password yang sesuai, jika login dan password sesuai maka login diterima, tetapi jika tidak login akan ditolak. Semua itu dilakukan dengan mencocokan masukan login dan password dengan informasi yang tersimpan di file /etc/passwd atau /etc/shadow. Metode autentikasi tersebut tidak menjadi masalah ketika hal itu berjalan biasa dan standar, tetapi akan menjadi masalah ketika akan diterapkan metode autentikasi baru. Sebagai contoh seorang administrator ingin menerapkan metode autentikasi baru berdasarkan nama host dan group, maka untuk melakukan itu administrator harus merubah atau bahkan mengkompile sistem dan aplikasi lain yang menggunakannya satu persatu. Tentu saja hal itu tidak efektif dan efisien belum lagi kondisi berbahaya yang ditimbulkan pada saat konfigurasi. Untuk mengatasi hal itu maka dikembangkan PAM (Plugable Autentication Module) yang menjadi antarmuka antara metode autentikasi dengan aplikasi yang membutuhkannya. Sehingga semua aplikasi yang membutuhkan autentikasi dikendalikan oleh PAM, dan konfigurasi cukup dilakukan pada PAM. Saat ini PAM telah diterapkan dan didukung oleh beberapa distribusi Linux seperti RedHat , Mandrake, Debian, Caldera, Turbolinux dan SuSE. 

Download Buku Panduan Administrasi PostgreSQL

Tuesday, September 30th, 2008


E-Book Buku Panduan Administrasi Database PostgreSQL di www.yuliardi.com

  • Daftar Isi – Administrasi Database PostgreSQL [download#6]

  • Buku 1 – Administrasi Database PostgreSQL [download#3]
  • Buku 2 – Administrasi Database PostgreSQL [download#5]

Saya sangat menghargai kritik dan saran Anda, silahkan sampaikan melalui komentar Di Bawah ini. Semoga akan menjadi bahan untuk selalu perbaikan dan pengembangan..

Download e-book / buku Panduan Aplikasi Linux Desktop dan Aplikasi Office Linux

Tuesday, September 30th, 2008


E-Book Aplikasi Linux Desktop dan Aplikasi Office Open Source di www.yuliardi.com

  • Daftar Isi Buku Aplikasi Linux Desktop dan Aplikasi Office Open Source

  • Aplikasi Linux Desktop dan Aplikasi Office Open Source [download#11]

Saya sangat menghargai kritik dan saran Anda, silahkan sampaikan melalui komentar Di Bawah ini. Semoga akan menjadi bahan untuk selalu perbaikan dan pengembangan..