Mengenal SWEBOK (Software engineering Body of Knolwdge) 4
Knowledge Area SWEBOK
Software Engineering Body of Knowledge dibagi ke dalam sepuluh bagian dan satu bagian yang membahas keterkaitan software engineering dengan ilmu-ilmu lain. Setiap knowledge area dalam SWEBOK masih mempunyai beberapa sub area lagi. Knowledge area tersebut dapat digambarkan seperti berikut,
Knowledge area dalam bagan diatas dapat dijabarkan secara singkat seperti berikut;
- SOFTWARE REQUIREMENTS, membahas tema yang berkaitan dengan permintaan, analisa, spesifikasi, dan validasi kebutuhan perangkat lunak. Software requirements merupakan dasar pengembangan dalam life cycle pengembangan perangkat lunak sehingga pada tahap ini semua kebutuhan harus didefinisikan dengan jelas. Apabila software requirements tidak dikelola dengan baik maka bisa menyebabkan tahap berikutnya menjadi sulit dilakukan dan kemungkinan persepsi yang berbeda terhadap perangkat lunak.
- SOFTWARE DESIGN, Design adalah sebuah proses untuk menentukan arsitektur, komponen, antarmuka dan karakteristik sistem atau komponen lain. Software design merupakan aktifitas life cycle dalam software engineering dimana kebutuhan perangkat lunak dianalisa sehingga akan membentuk deskripsi struktur internal perangkat lunak yang akan digunakan sebagai konstruksi dasar pengembangan perangkat lunak (digunakan pada tahap konstruksi).
- SOFTWARE CONSTRUCTION, Yaitu berisi detail tentang pekerjaan pembuatan perangkat lunak yang berarti merupakan kombinasi pembuatan kode (coding), pengecekan, unit testing, integration testing dan debugging. Software construction sendiri tidak bisa dipisahkan dengan area desain dan testing, karena kedua proses tersebut terlibat dalam proses konstruksi.
- SOFTWARE TESTING, Testing merupakan sebuah aktifitas evaluasi kualitas produk dan meningkatkannya dengan mengidentifikasi bugs dan masalah yang menyebabkan adanya bugs. Area ini membahas semua topik yang berkaitan dengan pengujian perangkat lunak seperti teknik pengujian, skenario pengujian dan proses pengujian itu sendiri.
- SOFTWARE MAINTENANCE , Software maintenance didefinisikan sebagai semua aktifitas yang dilakukan untuk melakukan support terhadap software secara efektif. Software meintenance merupakan bagian tak terpisahkan dalam life cycle software engineering. Area ini juga membahas konsep dan terminologi yang membentuk dasar untuk memahami aturan dan ruang lingkup perawatan perangkat lunak.
- SOFTWARE CONFIGURATION MANAGEMENT, Area SCM merupakan area yang membahas tentang penerapan teknik dan administratif serta pengawasan untuk melakukan identifikasi dan dokumentasi karakteristik fisik dan fungsional dari konfigurasi sistem. Selain itu juga mencatat dan melaporkan proses perubahan dan status implementasi serta mencocokan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam pengembangan perangkat lunak.
- SOFTWARE ENGINEERING MANAGEMENT, SEM dapat dikatakan sebagai penerapan manajemen perencanaan kegiatan, koordinasi, pengukuran, pengawasan, pengontrolan dan laporan untuk memastikan bahwa pengembangan dan perawatan (maintenance) perangkat lunak adalah sistematis dan memenuhi syarat yang telah ditentukan.
- SOFTWARE ENGINEERING PROCESS, Area ini berhubungan dengan definisi, implementasi, penilaian, pengukuran, manajemen dan perbaikan proses software engineering itu sendiri.
- SOFTWARE ENGINEERING TOOLS AND METHODS, Area ini berkaitan dengan tool dan metodologi yang digunakan dalam software engineering.
- SOFTWARE QUALITY , Berisi knowledge tentang kualitas pada perangkat lunak dan bagaimana agar sebuah perangkat lunak berkualitas serta menentukan ukuran kualitas perangkat lunak.
- RELATED DISCIPLINES, software engineering sebagai sebuah disiplin ilmu tentu tidak bisa dipisahkan dengan disiplin lain. Pada area ini dibahas keterkaitan ilmu-ilmu lain dengan software engineering yaitu matematika, teknik komputer, ilmu komputer, manajemen, manajemen proyek dan ergonomi perangkat lunak.



